mayan lama
June 25, 2017 @ 2:42 AM


dulu nama mereka muncul di permukaan dalamnya laut pembicaraan kami tiap malam
kira-kira seperti ini;

Tuhan, Bapa, teman,
Kau punya kuasa terhadap jatuh bangun
hadirlah dalam mereka meski kecil perannya
karena mereka seluruhku, darahku, seluruhku

mereka; ditinggalkan

sesekali muncul firasat buruk
firasat penasaran
digagalkan? 
mengapa begitu meski Kau tahu mereka patut diberhasilkan?

aku; benar dan salah
Ia memang tahu semua
tapi aku tak tahu apa-apa

relevansi, segalanya
nusia butuh tau kami tak janggal
relevansi; sarat 
nusia butuh tau tak disalahkan
menyalahkan lebih wangi, dianjurkan

puing-puing sisa istana setelah perang
dibakar, dilukai, diserang
tak juga habis total
tak juga mati akar nya, mengakar di pompa jantungku
akar-akar itu menyebar, meraup otot hati ku rakus, kasar
mendorong kerasnya sekitar bukan karena gemuk; kuat, ingin
menggantikan aorta, dari fondasi itu darahku disebar
aku; ratu raja satu kasur
mencinta rumahku meski hancur
tersisa; pilar-pilar dulu menjulang sekarang bersahabat dengan mata kaki ku
singgasana dulu megah; bercinta dengan lumut, rumput
aku; ratu raja satu manusia
mencinta, mengenang,
menerima