lengket
August 7, 2017 @ 11:37 PM


lalu dia
memaksa lepas
segala kemegahannya

gigi-gigi itu merobek dagingnya,
merobek rakus, menghisap rakus
gigi-gigi itu tajam rakus, makan rakus
tanpamu darimana kami makan
tanpamu dimana kami tinggal

gigi-gigi itu merobek dagingnya
lidah bibir basah menghisap arus hidupnya, arus jiwanya
melewati tulangnya, menghabisi jantungnya
sisa jasadnya dijilati
membusuk; bercinta dengan lidah rakus

tanpamu darimana kami makan
tanpamu dimana kami tinggal
aku
harus apa
tanpamu dimana kami mati
menyusu dari payudaramu bertahun-tahun lamanya tak pernah cukup

jangan tinggalkan kami,
justru tanpamu lah kami membutuhkanmu
tanpamu, tanpa darahmu, susu mu,
darimana kami makan?
dimana kami harus tinggal, dimana?
dimana kami harus mencari sumber nyala api ketika kami butuh hangat,
dimana kami mencari sumber air di kala kami butuh padam?

lalu dia
memaksa lepas
merobek dagingnya sendiri dari gigi-gigi

lepas

cintaku padamu murni, bersih
tanpa balasanpun aku santap habis
tanpa balasanpun aku habis dilahapnya

sakit yang akan kulalui mungkin tak berhasil kutahan
tetap harus dilalui
pedihku meninggalkanmu
tak ada pengertian
tak ada permintaan

hitam di bawah mata dan empuknya
karena tiap hari aku;
dipenuhi rindu akanmu, pikiranku akanmu,
jiwaku berkarya tentangmu, air mataku dari ingatan akanmu

sakit yang akan kulalui ini
benar-benar mungkin tak akan berhasil kulalui
tetap harus
pedihku meninggalkanmu bukan tanpa kerja keras
tak ada permintaan
tak minta pengertian

dia;
setelah dihisap habis arus hidupnya, deras nyawanya,
duduk, berserah
bernafas keluar,
berserah

berserah